Majangmalut, — Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Munerals (NHK) ikut dalam SAR Gabungan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026 lalu.
Informasi yang diperoleh media Majangmalut.com, Senin (11/5/2026) melalui rilis resmi dari tim Departemen Komunikasi NHM bahwa, seluruh korban yang dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, berhasil ditemukan dan di evakuasi.
Keberhasilan ini merupakan hasil operasi SAR gabungan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tim ERT PT NHM, yang dikerahkan kelokasi sejak Sabtu, 9 Mei 2026, sehari setelah letusan mematikan pada Jumat, 8 Mei 2026 mengguncang wilayah tersebut dan merenggut beberapa nyawa, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Tim Rescue NHM yang dipimpin oleh Zakaria Barham, bersama Aristo Elly dan Fans Daniel Ambeua, terjun langsung ke lapangan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halut, MAPALA, serta relawan dan masyarakat setempat. Mereka bergerak bersama dalam satu komando untuk mempercepat penyelamatan korban yang terjebak di lereng Gunung Dukono.
Dalam operasi kemanusiaan ini, tim ERT NHM menjalankan serangkaian tugas kritis: pelacakan dan pemetaan lokasi korban, penyisiran area terdampak, pemberian pertolongan pertama, hingga evakuasi menuju titik aman. Seluruh misi dijalankan di tengah medan yang terjal dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Komandan Tim ERT NHM, Zakaria Barham, menegaskan bahwa seluruh personelnya tetap bergerak penuh komitmen tanpa mengabaikan aspek keselamatan.“Di tengah medan yang ganas dan cuaca yang tak bersahabat, bersama Tim SAR gabungankami terus bergerak dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. Kami berupayamenembus berbagai keterbatasan demi harapan dapat menemukan seluruh korban,”ujar Zakaria.
Ia juga mengatakan upaya keras tim gabungan membuahkan hasil bertahap. Pada 9 Mei 2026, korban pertama atas nama Engel Krishela Pradita berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Sehari berselang, pada 10 Mei 2026, dua korban terakhir turut ditemukan dalam kondisi yang sama (meninggal dunia).
Dengan berhasilnya evakuasi ketiga korban, seluruh orang yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono kini telah ditemukan dan dipindahkan ke pos penanganan darurat.
Zakaria menyampaikan Keterlibatan ERT NHM dalam operasi ini bukan sekadar bentuk kepedulian korporat, melainkan cerminan nyata dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat dan wilayah tempat mereka beroperasi. Dalam situasi darurat, kapasitas dan sumber daya NHM menjadi bagian dari respons kemanusiaan yang lebih besar, bahu-membahu bersama aparat dan relawan demi satu tujuan: tidak ada korban yang tertinggal. (Red)
Penulis : Tim DK NHM | Editor : Redaksi MM






