Program TEKAD Kucurkan Rp2,3 Miliar, Dorong Ekonomi 23 Desa di Halbar

Ekonomi, Pemerintahan12,795 views

Majangmalut, — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Tim Pengelola Kegiatan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menyalurkan bantuan Dana Demonstrasi Plot (Demplot) Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2,3 miliar kepada 23 Kelompok Penerima Bantuan (KPB) di Kecamatan Sahu dan Sahu Timur, Kamis (16/7/2026).

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan lansung oleh Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang kepada 23 kelompok yang tersebar di dua Kecamatan tersebut.

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Halmahera Barat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, fasilitator kabupaten, fasilitator kecamatan, kader TEKAD, serta para ketua kelompok penerima manfaat.

Bupati usai melakukan penyerahan bantuan tersebut berharap agar kelompok yang menerimanya dapat dimanfaatkan dengan baik bantuan yang ada agar kedepan ekonomi desa bisa berkembang.

“Harapan kami pemerintah agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, agar kelompok terus berjalan dan dapat mengangkat ekonomi desa itu sendiri,”ungkap Bupati James.

Sementara Ketua Tim Pengelola Kegiatan Program TEKAD Kabupaten Halmahera Barat, Fadli Husen, SH, mengatakan Program TEKAD merupakan program strategis Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program tersebut difokuskan untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas usaha.

“Program TEKAD hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan usaha ekonomi produktif, pemanfaatan potensi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini juga membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pendamping, dan seluruh pemangku kepentingan agar desa mampu menjadi mandiri, produktif, dan berdaya saing,”ujar Fadli.

Ia menjelaskan, Program TEKAD hanya dilaksanakan di sembilan provinsi kawasan timur Indonesia dengan cakupan 25 kabupaten dan 1.110 desa. Di Provinsi Maluku Utara, program tersebut hanya dialokasikan untuk tiga kabupaten, yakni Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Halmahera Tengah.

Menurut Fadli, Kabupaten Halmahera Barat memperoleh alokasi Program TEKAD di 84 desa yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 2021 hingga 2023 dengan sasaran 20 desa, sedangkan tahap kedua mencakup 64 desa yang mulai dilaksanakan sejak 2024 hingga 2026.

Selain Dana Demplot, Program TEKAD juga mencakup Dana Investasi Kompetitif (IF) dan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD). Untuk Dana Investasi Kompetitif, total alokasi mencapai Rp1,4 miliar, sementara program RITD memperoleh alokasi sekitar Rp1,5 miliar.

Adapun Dana Demplot dialokasikan sebesar Rp100 juta per desa atau kelompok pada 84 desa dengan total anggaran Rp8,4 miliar.

“Jika digabungkan, total anggaran tiga program utama TEKAD di Kabupaten Halmahera Barat mencapai sekitar Rp11,3 miliar. Nilai tersebut belum termasuk anggaran untuk pelatihan teknis, perencanaan tahunan, serta pelatihan literasi keuangan bagi masyarakat,”jelas Fadli.

Fadli menambahkan, pelaksanaan Program TEKAD tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Jailolo sebanyak 21 desa, Jailolo Selatan 17 desa, Sahu 15 desa, Sahu Timur 18 desa, Ibu Selatan tujuh desa, Ibu tiga desa, dan Tabaru tiga desa.

Memasuki tahun terakhir pelaksanaan Program TEKAD, Fadli berharap komitmen yang telah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Kemendes PDT dapat ditindaklanjuti sehingga program pemberdayaan tersebut tetap berjalan meski masa pendampingan nasional telah berakhir.

“Kami berharap Pemerintah Daerah dapat melanjutkan Program TEKAD melalui dukungan APBD. Kami juga telah menyiapkan strategi keberlanjutan, di antaranya mendorong sinergi penggunaan Dana Desa, khususnya alokasi ketahanan pangan sebesar 20 persen untuk mendukung program di 84 desa penerima manfaat mulai tahun 2027, serta menyiapkan anggaran monitoring, pelatihan, dan pembinaan,”katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh kelompok penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan yang diterima secara bertanggung jawab demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi desa.

“Kami berharap dana yang telah disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha produktif. Kami sengaja mengundang para camat dan kepala desa agar pelaksanaan program dapat diawasi dan dimonitor bersama sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat benar-benar tercapai,”ujar Fadli.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang melibatkan Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Tim Koordinasi SKPD, fasilitator kabupaten, serta fasilitator kecamatan untuk membahas pelaksanaan dan keberlanjutan Program TEKAD di Kabupaten Halmahera Barat. (Red)

 

 

Penulis : Iwan F | Editor : Redaksi MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *