Tampilkan Cokaiba, FAGOGORU Halbar Kolaborasi Bersama Karang Taruna Desa Tuada Sukses Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Uncategorized613 views

Majangmalut, — Keluarga Besar Fagogoru Halmahera Barat bersama Karang Taruna Desa Tuada, sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M dengan mengangkat tema “Aktualisasi Nilai Keislaman Sebagai Wujud Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Persatuan Generasi Muda Desa Tuada”.

Kegiatan keagamaan ini dipusatkan di halaman depan Masjid Al Mujahidin, Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat pada, Senin (31/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan elemen masyarakat, mulai dari Camat Jailolo, perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Halmahera Barat, Ibu – ibu Majelis Taklim hingga unsur TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi Kamtibmas. Selain itu, hadir pula Keluarga Fagogoru Halmahera Barat serta seluruh masyarakat Desa Tuada yang tampak antusias memadati lokasi acara.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Tuada, Hilman Malik saat menyampaikan sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras para pemuda. Hilman menegaskan, pemerintah desa sangat mendukung penuh gerakan positif seperti ini. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti di momen tersebut, melainkan harus rutin digelar pada setiap hari besar keislaman ke depan.

Foto : Istimewa

“Peringatan hari besar keagamaan merupakan sarana efektif untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman, sekaligus menjadi wadah untuk terus merajut tali silaturahmi antarwarga secara berkelanjutan,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Fagogoru Halmahera Barat, Ramla Hasim, dalam sambutannya menyelaraskan momentum Maulid Nabi dengan penegasan kembali Falsafah Fagogoru. Ramla menekankan bahwa nilai-nilai utama Fagogoru, yaitu sopan re hormat atau saling menghargai, budi re bahasa atau kesantunan, ngaku re rasai yang mencerminkan kebersamaan dan kekeluargaan, serta mtat re meimoi yang berarti malu dan takut melakukan kesalahan, merupakan cerminan nyata dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Falsafah ini harus terus dihidupkan oleh generasi muda sebagai fondasi moral untuk merawat persatuan, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat,”ujar mantan komisioner KPU Halmahera Barat itu.

Foto : Istimewa

Ibu La sapaan akrab Ketua Fagogoru Halbar juga menyampaikan bahwa pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Keluarga Fagogoru Halmahera Barat berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Tuada hari ini bukan hanya seremonial namun ini awal dari persatuan Fagogoru Halmahera Barat dengan Masyarakat Desa Tuada.

“Kami keluarga Fagogoru tetapkan tempat untuk pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa Tuada ini karena dalam himpunan keluarga Fagigoru Halbar, Desa Tuada yang paling terbanyak dalam anggota himpunan kami, dan alhamdulillah saat kami berkoordinasi dangan kepala Desa ia juga respon sangat baik dan akhirnya kami bersepakat melaksanakan disini,”ujarnya.

Kabag Hukum Pemda Halbar ini juga menegaskan bahwa tampilan budaya Cokaiba yang ditampilkan disini bukan kemauan perorangan namun ini adalah tradisi kami di Tiga Negri yaitu, Maba, Patani Weda yang dikenal dengan Mobon, Poton dan Were.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa cokaiba ini adalah tradisi leluhur kami, setiap momentum Maulid Nabi tradisi ini selalu ditampilkan di tiga negri disana, saat ini kami keluarga tiga negri yang berada di Halbar ini menggelar Maulid Nabi berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Tuada jadi kami sedikit tampilkan tradisi kami disini,”tegas Ibu La.

Sementara Camat Jailolo, Ade Fabanyo dalam sambutannya sekaligus membuka acara memberikan apresiasi atas kerja keras panitia pelaksana sehingga acara tersebut terlihat sangat mewah dan persatuan antara Fagogoru dan masyarakat Desa Tuada.

“Saya sangat bangga melihat pemuda-pemudi kita hari ini. Di tengah tantangan zaman modern, kalian justru menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap nilai-nilai agama dan adat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pemuda Jailolo adalah pemuda yang religius, kompak, dan siap menjadi penggerak masa depan untuk masyarakat di desa maupun Daerah,”ucapnya.

Ia juga menyentil esensi Maulid Nabi dan Nilai Fagogoru. Dirinya mengatakan peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial tahunan. Menurutnya, ini adalah momen untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama sifat jujur, amanah, dan kasih sayang antar sesama. Bagi masyarakat Halmahera Barat, nilai-nilai keteladanan Rasulullah sangat sejalan dengan falsafah hidup orang Maluku Utara.

“Termasuk nilai Fagogoru yang di dalamnya diajarkan tentang rasa saling menyayangi, menghormati, dan gotong royong. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi dan menjaga kedamaian di wilayah Jailolo yang kita cintai ini,”tandasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar meriah tersebut menghadirkan Alhabib Rachmat Bafaqih untuk menyampaikan hikmah Maulid di hadapan para jemaah. Tidak hanya dipenuhi dengan pesan keagamaan yang mendalam, kegiatan tersebut juga diisi pembacaan ayat suci alquran dan puisi, tarian Gamrange dengan atribut Cokaiba yang memukau penonton, serta lantunan sholawat yang dibawakan secara khidmat oleh Majelis Taklim Desa Tuada. (Red)

 

 

Penulis : Iwan F | Editor : Redaksi MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *